pangeran...
saat ini aku sedang sendiri menatap layar di depanku..
menanti hujan...
berharap badai diluar datang..
karna kutahu,badai diluar tidak sebesar badai yg ada di dalam hatiku...
pangeran...
saat ini aku berharap hujan datang..
dan ingin melepas alas kakiku..
menerobos derasnya hujan..
karena aku berharap, hujan dapat menyembunyikan air mata dan meluruhkan luka..
pangeran...
tahukah kamu, sungguh..sang puteri merasa ketakutan seorang diri seperti ini..
kau bawa puteri keluar dari lembah sejuknya..
kau bawa puteri keluar dari setapak kecilnya..
kau bawa puteri keluar dari hutan..
tempat dimana puteri merasa bebas bagaikan kijang..
tapi kini kau tinggalkan sang puteri disini..
ditempat ini..
sendiri..
pangeran...
seharusnya dahulu kala, jangan kau jemput puteri dari tempat nyamannya..
jangan kau hentikan sang puteri dari tawa riangnya..
biarkan ia bermain di lembahnya..
biarkan ia berlari lincah di gunung tempatnya berkelana..
dan lihatlah kini..
puteri tersesat ditempatnya berdiri..
pangeran..
sungguh..sang puteri tidak mengerti..
dimana letak kesalahan sang puteri..
apakah kau hanya mencari cari alasan untuk menyesatkan sang puteri?
merenggut kebahagiaannya dari tempatnya berkelana?
menjadikan kecintaannya terhadap lembah dan sungai tempatnya bermain dan menggantikannya menjadi tempat sang puteri menyembunyikan diri dari segala luka??
lembah, sungai dan gunung adalah anugerahNYa, pangeran..
karena itu puteri sungguh mencintai tempat itu..
tapi kenapa kau menjadikan tempat itu kini sebagai tempat yang dipilih puteri untuk melepaskan air mata??
sungguh tak layak pangeran...
disana puteri selalu bertasbih memujaNYa..
terpana oleh keindahan ciptaanNYA..
tapi lihatlah apa yang kau lakukan kini pangeran..
lembah itu menjadi muram..
sang puteri tak mengerti..kenapa alam tak jua berbaik hati...
pangeran..
kuharap kau mengerti..
mungkin sang puteri memang terlalu naif menghadapi semua ini..
yang puteri tahu, ia sungguh tulus menyayangi..
karena lembah, gunung dan sungai mengajarkannya untuk senantiasa memberi..
pangeran..
kuharap kau mengerti..
lihatlah sang puteri..
tersesat di setapak yang bukan miliknya lagi..
pangeran..
jika memang kau tulus menyayangi..
jemputlah puteri di tempat berdirinya kini..
sang puteri tengah menanti..
dan berharap ajaran alam tentang tulus memberi bukanlah hanya sekedar mimpi..
_rIEz_
Kamis, 30 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar